REFLEKSI PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS ETNOMATEMATIKA

Okta Islamiati (15301241019)

Pendidikan Matematika I 2015

Universitas Negeri Yogyakarta

Dosen Pengampu: Prof. Dr. Marsigit, M.A.

http://oktaislamiati.blogs.uny.ac.id

A. Pendahuluan

Etnomatematika merupakan salah satu mata kuliah wajib program studi Pendidikan Matematika di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Dosen pengampu pada mata kuliah ini adalah Prof. Dr. Marsigit, M.A. Hasil akhir dari perkuliahan ini berupa perangkat pembelajaran, yaitu RPP dan LKS yang berbasis Etnomatematika. Untuk menghasilkan produk tersebut, Prof. Dr. Marsigit, M.A selaku dosen pengampu memfasilitasi mahasiswanya melakukan perkuliahan secara outdoor. Perkuliahan ini mengajak mahasiswa untuk mengkaji situs budaya dan menemukan hubungannya dengan Matematika. Situs budaya yang akan dikunjungi dan dikaji dibagi menjadi tiga, yaitu Keraton Kasultanan Yogyakarta, Candi Prambanan, dan Candi Borobudur.

Tujuan dari adanya kegiatan ini adalah untuk menghasilkan perangkat pembelajaran berbasis Etnomatematika yang baik dan benar. Penyusunan perangkat pembelajaran berbasis Etnomatematika tidak terjadi begitu saja akan tetapi, melalui beberapa tahapan. Tahapan-tahapan tersebut akan dibahas pada makalah ini.

B. Pembahasan

  1. Persiapan

Tahap awal dalam menyusun perangkat pembelajaran tentunya adalah tahap persiapan atau perencanaan. Pada tahap ini, dosen meminta mahasiswa menggali lebih dalam mengenai Etnomatematika dengan memberikan tugas kepada mahasiswa untuk membuat artikel yang berkaitan dengan Etnomatematika. Artuikel ini berisi kajian yang tentang sejarah dan obyek budaya. Pada tahap ini, saya mendapat kesempatan untuk menuliskan artikel Postulat Euclid 1-4. Harapan dengan adanya tugas ini adalah agar mahasiswa tidak lagi kesulitan dalam mengidentifikasi Etnomatematika ketika perkuliahan outdoor dilaksanakan.

Tahap selanjutnya adalah pembagian kelompok. Seperti yang telah disebutkan pada uraian di atas, bahwa kelas dibagi menjadi tiga kelompok dan saya mendapat bagian di kelompok Candi Prambanan.

  1. Pengamatan

Pada tahap ini, saya melakukan pengamatan di tempat terpilih, yaitu Candi Prambanan. Banyak hal menarik yang dapat ditemui di sini. Selain kemegahan bangunan dan keindahan tempat yang sudah ditata sedemikian rupa, terdapat beberapa obyek pada candi prambanan yang dapat dikaji dengan etnomatematika. Berikut beberapa contoh obyek yang memiliki esensi Etnomatematika:

  1. Refleksi

Gambar di atas merupakan salah satu artefak di Candi Prambanan. Dari gambar tersebut, kita dapat menemukan materi Etnomatematika. Jika gambar tersebut kita bagi menjadi dua dengan menempatkan sebuah garis sebagai cermin ditengah-tengah gambar tersebut, maka akan terbentuk dua gambar yang sama persis. Hal ini  disebut sebagai pencerminan (refleksi). Materi ini terdapat pada kompetensi dasar kelas VII SMP.

2. Bangun Datar

Gambar di atas merupakan salah satu artefak di Candi Prambanan. Dari gambar tersebut, kita dapat menemukan materi Matematika, yaitu Bangun Datar. Jika gambar tersebut kita perbesar, kita dapat menemukan bangun persegi Panjang dan trapezium. Obyek ini dapat digunakan dalam pembelajaran bangun ruang di SMP.

3. Persamaan Linear satu Variabel

Gambar di atas merupakan salah satu candi di Candi Prambanan. Dari gambar tersebut, kita dapat menemukan aspek Etnomatematika, yaitu persaman linear satu variabel. Kita dapat melihat ratna pada sisi candi dan memodelkannya ke bentuk persamaan linear satu variabel.

Selain ketiga contoh di atas, masih banyak obyek-obyek di Candi Prambanan yang dapat dikaitkan dengan topik-topik dalam Matematika. Dari pengamatan di atas, saya akan mengkaji lebih dalam mengenai Etnomatematika dalam Candi Prambanan, yaitu pada topik persamaan linear satu variabel.

  1. Penyusunan

Tahap ini adalah tahap lanjutan setelah melakukan pengamatan. Pada tahap pengamatan, saya telah memilih suatu topik, yaitu topik persamaan linear satu variabel. Dari topik ini, saya mencoba menyusunnya ke dalam perangkat pembelajaran yang berbasis Etnomatematika.

Sebelum menyusun perangkat pembelajaran, Prof. Marsigit telah memberikan kuliah mengenai tata cara menyusun RPP dan LKS yang baik dan benar. Perangkat pembelajaran yang saya buat menggunakan pendekatan saintifik yang memiliki sintak 5M, yaitu Mengamati, Menanya, Mencoba, Mengumpulkan Informasi, dan Mengomunikasikan. Karena perangkat pembelajaran yang saya buat berbasis Etnomatematika, maka kegiatan yang ada di LKS lebih ditekankan pada masalah konkrit yang terdapat pada Candi Prambanan.

LKS yang saya buat mengacu pada RPP, artinya sintak yang terdapat pada LKS disesuaikan dengan sintak pada RPP. Obyek yang saya pilih sebagai masalah konkrit untuk kegiatan di LKS adalah Candi Wahana, salah satu candi pada Candi Prambanan.

Seperti yang terlihat pada gambar, Candi Wahana memiliki candi-candi kecil di atas kaki candi yang disebut sebagai ratna. Ratna tersebut berada disetiap sisi candi dengan jumlah yang sama pada tiap sisinya. Dari hasil pengamatan itulah, saya membuat ilustrasi agar siswa lebih memahami konsep dari persamaan linear satu variabel. Saya mengajak siswa untuk membentuk suatu persamaan linear satu variabel melalui kegiatan yang terdapat pada LKS.

LKS dan RPP berbasis Etnomatematika Persamaan Linear Satu Variabel dapat dilihat pada link dibawah ini:

https://drive.google.com/drive/u/2/folders/1d0c0u_ufJaq8cMEG4CHHpdT4SEjNOBI4

  1. Pelaksanaan

Proses pembelajaran tidak berhenti sampai pembuatan perangkat pembelajaran, namun mahasiswa juga mempraktekkannya melalui kegiatan peer teaching. Satu mahasiswa akan dipilih secara acak untuk mempraktekkan perangkat pembelajaran yang sudah dibuat didepan dosen dan teman sekelas. Setelah peer teaching selesai, mahasiswa akan menerima kritik dan saran dari dosen dan teman satu kelas. Kritik dan saran yang disampaikan tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa yang maju, tapi juga menjadi pembelajaran bagi mahasiswa lainnya.

C. Penutup

  1. Simpulan

Perangkat pembelajaran berbasis Etnomatematika dapat digunakan untuk beberapa kompetensi dasar, seperti refleksi atau pencerminan, bangun datar, dan persamaan linear satu variabel. Penyusunan perangkat pembelajaran seperti ini sangat membantu siswa dalam memahami konsep yang abstrak melalui benda-benda konkrit.  Akan tetapi, dibutuhkan inovasi dan kreativitas yang tinggi dalam penyusunannya.

Dalam mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis Etnomatematika diperlukan beberapa tahapan, yaitu (1) persiapan, (2) pengamatan, (3) penyusunan, (4) dan pelaksanaan. Melalui tahapan tersebut, mahasiswa dapat mengembangkan perangkat pembelajaran, yaitu RPP dan LKS Persamaan Linear Satu Variabel  berbasis Etnomatematika.

  1. Saran

Saran dari peneliti adalah untuk terus mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis Etnomatematika dan mengkaji lebih jauh efektifitas perangkat pembelajaran tersebut.

 

Keyword: marsigit-okta islamiati-uny

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 1 = 2